Driver Grab Car Ancam dan Peras Penumpang Wanita Ditangkap, Korban: Saya Gemetaran Lihat Mukanya, Tapi Lega

Hadi Iswanto - Jumat, 29 Maret 2024 20:53 WIB
Driver Grab Car Ancam dan Peras Penumpang Wanita Ditangkap, Korban: Saya Gemetaran Lihat Mukanya, Tapi Lega
Kolase
Driver grab car pelaku pemerasan dan kekerasan pada penumpang ditangkap
bulat.co.id - Penumpang wanita berinsial C yang jadi korban percobaan penculikan dan pemerasan buka suara usai pelaku driver Grab Car ditangkap. Ia mengaku gemetaran melihat muka pelaku, namun di sisi lain merasa lega.

C mengatakan bahwa pelaku digelandang ke kantor polisi saat dirinya di-BAP di Polres Metro Jakarta Barat.

"Tadi dini hari pas BAP tiba-tiba driver yang sudah ditangkap dibawa masuk ke ruangan. Gue lihat sebentar buat pastiin itu muka drivernya, yes sama," ujarnya dalam akun Instagramnya, dikutip Jumat (29/3).

Namun begitu, ia mengaku belum berani melihat lama-lama muka pelaku karena takut.

"Tapi masih belum berani lihat lama-lama, masih gemetaran, takut. But at the same time lega lega lega banget," ungkapnya.

Korban berterima kasih pada kepolisian dan masyarakat yang memberi atensi terhadap kasus kekerasan dan pemerasan yang menimpa dirinya.

Sebelumnya, seorang perempuan berinisial C menjadi korban penculikan disertai kekerasan dan pemerasan oleh diduga driver Grab Car.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Senin (25/3) malam di tol Jakarta-Tangerang yang masih masuk wilayah Jakarta Barat.

Kuasa hukum korban, Wilhelmus Rio Resandhi menceritakan, peristiwa bermula ketika kliennya memesan taksi online Grab Car dari Neo Soho, Jakarta Barat. Ia saat itu hendak pulang ke rumahnya.

"Tiba-tiba timbul kecurigaan, mengapa mobil masuk tol. Pas masuk tol dan ditanyakan, mitra pengemudi mengatakan bahwa dia hanya mengikuti maps," ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/3).

Tak lama dari itu, driver Grab Car itu kemudian tetiba mengeluh sesak napas dan meminta korban menggantikannya mengemudikan mobil, tetapi ia menolak.

Wanita itu mulai merasa ada gelagat aneh dan mengecek aplikasi taksi online. Ternyata dalam aplikasi itu diketahui pengemudi tidak menekan 'Pick Up'.

Setelahnya, tiba-tiba pengemudi menodongkan ponselnya ke penumpang dan meminta agar penumpang mentransfer sejumlah uang.

Si penumpang pun mengambil langkah ekstrem karena mobil bergerak pelan di tol dengan lompat dari mobil itu. Dia berteriak meminta tolong tetapi si pengemudi mengejarnya.

Penumpang lalu dipaksa masuk ke mobil dan diperas Rp 100 juta. Penumpang terus menolak meski diancam akan dibuang di tol.

Singkatnya, penumpang terus memberontak dan ada seseorang di tepi tol yang mengetahui. Si penumpang pun lompat dari tepi tol yang cukup tinggi hingga mengalami luka-luka, sedangkan si pengemudi taksi online berhasil kabur dengan membawa ponsel penumpang.

Penumpang itu mendapatkan pertolongan orang sekitar yang belakangan diketahuinya berada di wilayah Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.

Penulis
: Hadi Iswanto
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru