Nagori Dolok Hantaran Alokasikan Bantuan Hampir Rp 400 Juta, Duda Miskin Tak Dapat Bagian

- Rabu, 02 November 2022 22:03 WIB
Nagori Dolok Hantaran Alokasikan Bantuan Hampir Rp 400 Juta, Duda Miskin Tak Dapat Bagian
Rumah yang dihuni duda miskin Aminan - (Foto: bulat.co.id/Eno Siadari)

bulat.co.id - Duda miskin yang serba kekurangan dan hidup di pemukiman tak layak, tidak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah. 

Duda anak satu yang ditinggal mati istrinya itu yakni bernama Aminan, warga Huta Sidouruk, Nagori Dolok Hantaran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Duda miskin ini terpaksa tinggal di rumah reot tempat kosong yang jauh dari kata layak demi bisa berteduh dari hujan dan bertahan dari panasnya terik matahari. 

Padahal, saat ini Pemerintah diketahui sedang galak-galaknya memberikan bantuan terutama untuk keluarga kurang mampu dan miskin di tengah kerasnya masa-masa sulit pandemi covid-19, dan dampak kenaikan BBM saat ini.

Demi bisa bertahan dari rasa lapar, duda miskin ini mengharapkan belas kasihan warga untuk mengajaknya bekerja serabutan sebagai kernet kuli bangunan, dan untuk mengisi hari-hari kesendiriannya menjelang malam tiba terkadang duda yang hidup sendiri dirumah reotnya pergi ke lapo tuak.

Hal itu dilakukan sekedar untuk menghangatkan badan menjelang tidurnya. 

"Kalau siang nya payah ditemui karena kerja nya serabutan, kalau nggak kerja mau makan apa dia?" sebut warga bernama Sutini yang menaruh prihatin. 

"Uwak ini, sering ngak di rumah, mungkin karena fisik dan usianya yang sudah mulai tua, ditambah kondisi kesendirianya di rumah dan lingkungan yang tidak layak huni dan buruk membuat ia kerap kali pergi ke lapo tuak dan dia nantinya hanya bisa berbaring menggunakan kain tipis dan menahan dingin nya malam," terangnya lagi.

Tapi, dari sekian banyak program bantuan Pemerintah itu, duda miskin yang keseharian nya bekerja serabutan dan terkadang bekerja sebagai kernet kuli bangunan di Huta Sidouruk, Nagori Dolok Hantaran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun ini, tidak pernah menikmatinya. Hal ini diamini keluarga Aminan, Rabu (2/11/2022) siang.

"Bantuan apapun dari pemerintah tidak pernah Abang kami terima, padahal Abang kami orang susah, rumahnya pun nggak layak huni lihat lah," sebut Kurnia Sinaga sedih.

Ironinya, keterangan dari seorang warga yang sempat ditemui wartawan, mengutarakan bahwa keluarga yang dianggap mampu memilik rumah pribadi permanen, justru terkesan mendapatkan bantuan. Hal ini yang menjadi polemik dalam masyarakat dimana penerima bantuan dinilai tidak objektif dan tidak tepat sasaran, sebutnya perihatin.

"Masa orang yang punya rumah permanen, dapat bantuan sementara yang miskin enggak dapat. Diketahui, sejumlah bantuan yang disalurkan Pemerintah, seperti bantuan lansia, pangan non tunai (BNPT) dan pendamping keluarga harapan (PKH), BLT Dana Desa Tunai dan BLT UMKM. Dari sekian banyak jenis bantuan yang diberikan pemerintah, tidak ada satu jenis bantuan pun yang pernah diterima duda miskin itu," ujarnya didampingi warga lainya, Rabu (2/10/2022) siang.

Ketika hal ini ditanyakan ke Pangulu Dolok Hantaran, Suhardi tidak berada di kantornya. Sementara Sekdes Dolok Hantaran Andi Simare-mare didampingi Gamot Sidouruk bernama Faisal mengatakan ada sekitar 21 warga Huta Sidouruk yang menerima bantuan BLT Dana Desa 2022. 

"Terakhir sekitaran bulan Agustus 2022 selama 3 bulan dan di rapel jadi Rp 900 ribu. Untuk seluruh warga Nagori Dolok Hantaran yang menerima BLT Dana Desa 2022 ada sekitar 91 KK," sebutnya.

Ketika ditanyakan salah seorang warga Huta Sidouruk Nagori Dolok Hantaran Kecamatan Siantar tidak pernah menerima bantuan Pemerintah. Gamot Huta Sidouruk mengatakan warga Huta Sidouruk yang dimaksud sudah pernah dimusyawarahkan dengan Maujana Kepala Desa, masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat.

Hasil musyawarah menyatakan warga Huta Sidouruk dimaksud, tidak layak menerima bantuan sebab hasil musyawarah masih banyak yang lebih layak menerima bantuan dan dia hanya seorang diri.

"Pernah dimusyawarahkan, namun hasil musyawarah menyatakan warga Huta Sidouruk dimaksud, tidak layak menerima bantuan, sebab hasil musyawarah masih banyak yang lebih layak menerima bantuan," sebutnya.

"Dan kalau malam pun, pulang nya jam-jam 11 an, itu dijumpai dia sudah mabok. Tapi keluarganya sudah tanya persyaratan dapat bantuan dan sudah kita jelaskan," sebut Faisal Gamot Huta Sidouruk, Nagori Dolok Hantaran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Rabu (2/11/2022) siang. 

(ES)

Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru