bulat.co.id -Dua anggota
KPPS di Kabupaten
Pidie, Aceh meninggal dunia. Salah satunya Abdurrahman (47), anggota
KPPS Gampong Barieh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten
Pidie. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan baik.
Abdurrahman meninggal dunia pada Sabtu, 10 Februari 2024, diduga kelelahan bertugas sebagai anggota
KPPS.
Almarhum meninggalkan istri dan tiga anak laki-laki. Dua diantaranya sedang menuntut ilmu di Pesantren. Sementara putra bungsunya masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar.
Abdurrahman merupakan Imam Meunasah di Gampong Barih. Abdurrahman tercatat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2.
Berdasarkan informasi yang dirangkum AJNN, sebelum meninggal, korban bekerja keras hingga larut malam untuk persiapan Pemilu 2024 bersama petugas lainnya.
Hal itu dibenarkan Nurul Habibah (40) istri almarhum yang ditemui AJNN di kediamannya Selasa, 13 Februari 2024.
Nurul menceritakan, sebagai penyelenggara Pemilu di tingkat desa suaminya sangat aktif melakukan kegiatan di balai desa mengurus berbagai persiapan Pemilu di TPS.
"Kadang-kadang suami saya pulangnya sampai larut malam dari kantor balai desa mempersiapkan berbagai persiapan Pemilu," kata Habibah.
Sementara itu, Geusyik Gampong Barih, Muhammad Nazir, mengatakan semasa hidupnya, Abdurrahman sangat aktif dan multi talenta di berbagai bidang kegiatan sosial di desanya.
"Kami sangat terpukul dengan kehilangan sosok Abdurrahman, karena beliau merupakan tokoh agama bertugas sebagai Imam Meunasah, sosial sangat tinggi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya dua petugas
KPPS di Kabupaten
Pidie, meninggal dunia jelang pemungutan suara Pemilu 2024, mereka diduga meninggal akibat kelelahan bekerja hingga larut malam demi persiapan Pemilu.
Korban yang meninggal dunia yaitu Yusrizal, Ketua
KPPS Gampong Mane, Kecamatan Mane yang bertugas di TPS 8. Kemudian Abdurrahman, anggota
KPPS Gampong Barieh, Kecamatan Mutiara Timur yang bertugas di TPS 2.***