bulat.co.id - Begini kronologi kecelakaan truk dengan KA Putri Deli (U76A) tujuan Medan-Tanjung Balai.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/3/2024) malam sekitar pukul 20.24 WIB.
Peristiwa ini terjadi di perlintasan terjaga (JPL Nomor 31) di Km.44+300 petak jalan antara Stasiun Perbaungan - Stasiun Lidah Tanah.
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Solikhin menyebutkan truk tersebut mogok tepat di perlintasan kereta api.
"Berdasarkan keterangan petugas, pada saat KA akan melintas di perlintasan, Truk bermuatan pelet dengan Nopol BK 9223 YQ menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup dan mengalami mogok di tengah jalur KA sehingga terjadi tabrakan," ujar Anwar Solikhin, Rabu (20/3/2024).
Akibat kejadian ini, petugas masinis dan asisten masinis KA Putri Deli (U76A) mengalami luka-luka karena terjepit.
Keduanya telah dibawa ke rumah sakit Sultan Sulaiman Rampah untuk pengobatan.
"Sementara itu seluruh penumpang KA Putri Deli yang berjumlah 317 orang dalam kondisi selamat," bebernya.
Salah seorang saksi mata, Satria warga Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan mengatakan, sebelum kejadian, dirinya sempat melihat truk tersebut mogok.
Satria mengaku, saat itu dirinya dan warga sekitar usai melaksanakan salat tarawih.

"Waktu itu kami melihat truk itu sudah sempat mogok di depan Masjid Istiqmal, Desa Bengkel," ujarnya.
Namun truk sempat berjalan lagi hingga sesampainya di jalur perlintasan KA, sirine mulai berbunyi tanda kalau kereta api akan melintas.
"Namun truk tersebut sudah mati mesin pas diposisi tengah jalur perlintasan langsung spontan dihantam KA dan terseret sepanjang sekitar 15 meter," ujarnya.
Warga lainnya menyebut kalau peristiwa ini merupakan kelalaian sopir truk yang memaksa menerobos palang pintu perlintasan.
"Padahal petugas penjaga sudah menurunkan palang pintu, namun langsung diterobos hingga palang pintu jadi patah. KA juga sudah klakson panjang tapi apalah daya sang sopir karena mesin mobil keadaan mati," terangnya.
"Truk sudah mati mesin di posisi tengah jalur perlintasan langsung disambut KA hingga terpental berikut muatan pupuk," sambungnya.
Udin menduga truk tersebut membawa muatan pelet seberat 30 ton.
"Pupuk yang berserakan itu langsung diambil para warga setempat, diduga muatan sekitar 30 ton," jelasnya.
Hal senada disampaikan Painah yang juga ada di lokasi kejadian itu.
Painah menyebut, truk sudah mengalami kerusakan sebelumnya.
"Dilihat maju mundur tiba-tiba langsung menabrak palang pintu dan posisi mesin mati maka disambut KA hingga terseret," katanya.
Saat ini, pihak PT. KAI telah melakukan gotong royong dan mengevakuasi truk keluar jalur perlintasan agar bisa dilalui.