Dia menjelaskan, ibunya Salami Binti Abani sedianya akan berangkat haji tahun ini usai melakukan pendaftaran haji sejak tahun 2011. Salami meminta pulang karena teringat selamatan tujuh hari anak bungsunya yang baru meninggal pada hari Rabu, 31 Mei 2023 lalu.
"Beliau meminta pulang karena teringat selamatan tujuh hari adik kami, yang baru meninggal meninggal pada hari Rabu lalu," jelas Umi.
Khoirul Anam, salah satu putra Salami menjelaskan, ibunya tiba-tiba meminta pulang karena teringat bahwa hari itu adalah tujuh hari meninggalnya sang adik atau anak bungsu Salami. Salami sendiri adalah seorang ibu dari lima orang anak.
Menurut Khoirul Anam, ibu mereka tidak merasa akan berangkat haji dan meminta diantar pulang. Dia menambahkan, ibu mereka telah mengalami pikun selama dua tahun terakhir.
"Jadi kadang ingat, kadang tidak. (Saat itu) tidak merasa pergi haji, merasa masih di sekitaran rumah. Kemudian ingin pulang bantu-bantu selamatan tujuh hari adik," Jelas Khoirul Anam.
Terkait kondisi kesehatan ibunya, Khoirul Anam mengatakan, secara fisik ibunya sehat dan masih mampu berjalan serta pergi ke kamar mandi sendiri. Bahkan, ketika anak-anaknya mengantarnya ke titik pemberangkatan haji di Aula Muktamar Ponpes Lirboyo, ibunya merasa senang.
"Waktu diantar sadar kalau mau berangkat haji, jadi senang. Tapi karena pikun (ketika di asrama haji) bingung mau diajak ke mana lalu minta pulang. Terkadang di rumah sendiri juga minta pulang," imbuh Khoirul.
Setelah melihat kondisi ibunya, Khoirul Anam yang mengikutinya ke Asrama Haji Sukolilo akhirnya memutuskan untuk menunda keberangkatan haji ibunya hingga tahun depan, agar dapat menemaninya bersama adik mereka.
Khoirul menambahkan, saat berada di asrama haji, ibunya sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, karena kondisinya, petugas melakukan pemeriksaan ulang.