PT Hikam Akui Ada Masalah Keuangan, Stok BBM Subsidi Tidak Bisa Terangkut ke Lembata

- Sabtu, 08 Oktober 2022 17:10 WIB
PT Hikam Akui Ada Masalah Keuangan, Stok BBM Subsidi Tidak Bisa Terangkut ke Lembata
Pertemuan antara PT Hikam dengan PT Pertamina di Lembata membahas masalah BBM di Lembata (Foto: bulat.co.id/ted)

bulat.co.id - PT Hikam yang mengelola APMS Lamahora di Kota Lewoleba mengakui ada masalah keuangan dalam tubuh perusahaan. Meskipun demikian, mereka tetap berkomitmen untuk menyediakan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan masyarakat Lembata.

Hal ini terungkap dalam pertemuan di rumah jabatan bupati Lembata, Jumat (7/10/2022), malam. Manajer Keuangan PT Hikam, Benediktus, menjelaskan, masalah keuangan itu akan diselesaikan secara internal.

"Secara cash flownya memang ada masalah tapi PT Hikam selalu berkomitmen untuk menebus BBM sesuai kebutuhan di SPBU 01," ungkap Benediktus.

Lebih lanjut, dia menuturkan, setiap bulannya PT Hikam mendapatkan alokasi kuota subsidi pertalite dan solar. 

Untuk solar jatah kuotanya sebesar 100 kilo liter. Sedangkan, maksimal pengambilan pertalite per hari sebanyak 8 kiloliter. Sedangkan, BBM Non subsidi seperti pertamax dan solar dexlite diorder sesuai dengan kemampuan beli perusahaan.

Anggota DPRD Lembata Gregorius Amo, menambahkan, dari hasil pertemuan dengan pihak Depot Pertamina di Maumere, memang ditemukan tak ada masalah kuota BBM subsidi untuk kabupaten Lembata. 

Dia kemudian mempertanyakan kemampuan PT Hikam menebus (order) BBM subsidi sesuai kuota yang diberikan untuk Kabupaten Lembata.

Lebih jauh, berdasarkan data dari Syahbandar Lewoleba, Kepala Bagian Ekonomi Setda Lembata El Mandiri, membeberkan, seharusnya setiap bulan Kabupaten Lembata mendapatkan kuota subsidi sebesar 190 kilo liter. 

Namun, dari data muatan yang masuk ke pelabuhan sampai Agustus 2022, ditemukan rata-rata kuota BBM yang masuk berkisar 140-150 kilo liter. Artinya masih ada 40 kilo liter kuota BBM yang setiap bulan tidak diangkut ke Lembata.

"Bisa kita maklumi karena persoalan kapasitas dan juga tadi ada kemampuan keuangan. Persoalan kuota tidak ada masalah karena PT Hikam membeli sesuai kebutuhan dia karena dia merupakan transportir juga sebagai distributor," ungkap El Mandiri.

"Kalau dia punya kemampuan keuangan bayar 15 kilo liter per hari maka dia muat sebesar itu dan PT Hikam menyatakan sah saja, normal saja. Tapi, PT Hikam tidak menyadari ada peningkatan pertumbuhan penduduk, peningkatan kendaraan dari tahun ke tahun. Itu makanya terjadi antrean. Menurut PT Hikam sah-sah saja, tapi untuk masyarakat tidak sah karena ada perkembangan kendaraan begitu banyak," urainya.

Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, sudah mendapat laporan dari pemilik kapal angkut BBM yang dipakai PT Hikam. Pemilik kapal tersebut menyampaikan bahwa kapasitas angkut kapalnya lebih besar daripada kemampuan angkut BBM yang selama ini dipesan oleh PT Hikam.

"Dia (pemilik kapal) beritahu saya kalau kapalnya bisa muat segini (muatan full) tapi yang bisa ditebus (PT Hikam) segini," ujar Marsianus Jawa.

Kapal Angkut Rusak

Dalam catatan PT Hikam, antrean panjang (tidak normal) di SPBU Lamahora mulai terjadi pada (20/9/2022) sampai dengan Jumat (7/10/2022).

"Pastinya ada masalah," ungkap Benediktus, Manajer Keuangan PT Hikam.

Masalah ini kemudian diperparah dengan kerusakan kapal angkut BBM PT Hikam pada Senin, (3/10/2022). Dampaknya pada, Selasa +4/10/2022) tidak ada pelayanan sama sekali di SPBU Lamahora.

Jadi, pengangkutan terakhir BBM ke Lembata terakhir terjadi pada Sabtu, (1/10/2022). Sedangkan, hari Minggu tak ada pelayanan di depot Pertamina.

"Hari Sabtu itu kita angkut terakhir untuk BBM, yang mana kita harus siapkan penjualan untuk hari Minggu plus hari Senin. Diperparah lagi ketika hari Senin kapal tidak jalan (rusak) berarti di hari Selasa tidak ada penjualan. Jadi selama tiga hari berturut-turut itu di SPBU 01 mengalami penurunan penjualan untuk BBM," urai Benediktus.

Menurut dia, PT Hikam juga tidak menginginkan adanya antrean panjang kendaraan di SPBU Lamahora hingga menyulitkan masyarakat.

Pertemuan membahas masalah antrean BBM di Lewoleba ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, Penjabat sementara Sales Branch Manajer (SBM) Pertamina Rayon 3 NTT Joko Wibowo, Wakil Ketua DPRD Lembata Ibrahim Begu, anggota DPRD Lembata Gregorius Amo, pihak PT Lembata Satu Development yang mengelola SPBU 03 Waijarang dan 04 SPBU Balauring dan PT Hikam yang mengelola SPBU 01 Lamahora.

(ted)

Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru