bulat.co.id -
YAMAN | AmerikaSerikat (
AS) telah
melakukanserangan putaran keempat terhadap
kelompokHouthi yang didukung
Iran di
Yaman.Pejabat Pentagon mengonfirmasi pada Rabu (17/1/2024) malam, sekitar 14
rudalHouthi, yang menurut
AS mungkin dimaksudkan untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah, menjadi sasaran pasukan
AS.
Komando Timur Tengah
AS atau Centcom mengatakan lokasi tersebut diserang oleh
rudalTomahawk yang ditembakkan dari kapal Angkatan Laut
AS.
Serangan ini terjadi ketika
Amerika menetapkan
kelompokHouthi sebagai "teroris global".
Penasihat Keamanan Nasional
AS Jake Sullivan mengatakan langkah tersebut dilakukan ebagai respons terhadap
serangan militan yang sedang berlangsung terhadap pelayaran komersial di wilayah tersebut.
Langkah ini sekaligus membatalkan keputusan untuk menghapus penyebutan tersebut pada masa-masa awal pemerintahan Presiden
AS Joe Biden.
Serangan pada Rabu (17/1/2024) terhadap sasaran
Houthi menyusul
serangan lebih lanjut terhadap kapal komersial. Beberapa jam sebelumnya,
kelompok tersebut menyerang kapal yang dimiliki dan dioperasikan
AS untuk kedua kalinya pada minggu ini.
Centcom mengatakan pemberontak menggunakan drone satu arah untuk menargetkan M/V Genco Picardy di Teluk Aden. Kapal mengalami beberapa kerusakan, namun tidak ada awak kapal yang terluka dalam
serangan tersebut.
Pada Senin (15/1/2024),
kelompokHouthi menyerang kapal
Amerika lainnya dengan
rudal balistik, yang tampaknya merupakan
serangan pertama yang berhasil dilakukan
kelompok tersebut terhadap kapal
Amerika sejak kampanye mereka dimulai.
Para pejabat
AS mengatakan
serangan pada Rabu (17/1/24) ini merupakan tindakan pencegahan dan menghancurkan senjata-senjata yang akan segera ditembakkan oleh para militan.
"Rudal-
rudal yang berada di jalur peluncuran ini menghadirkan ancaman nyata terhadap kapal dagang dan kapal Angkatan Laut
AS di wilayah tersebut dan dapat ditembakkan kapan saja, sehingga mendorong pasukan
AS untuk menggunakan hak dan kewajiban mereka untuk membela diri," kata Centcom dalam sebuah pernyataan.
"Serangan ini, bersama dengan tindakan lain yang telah kami ambil, akan menurunkan kemampuan
Houthi untuk melanjutkan
serangan sembrono mereka terhadap pelayaran internasional dan komersial di Laut Merah, Selat Bab-el-Mandeb, dan Teluk Aden," tambah pernyataan itu.
Komandan Centcom, Jenderal Micheal Kurilla, mengatakan
AS akan terus mengambil tindakan terhadap
Houthi selama para pejuangnya terus membahayakan pelaut internasional dan mengganggu jalur pelayaran komersial di Laut Merah Selatan dan perairan yang berdekatan.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak terlibat dalam gelombang
serangan terbaru tersebut.
Seperti diketahui,
kelompokHouthi mulai menyerang kapal dagang pada November 2023, dengan mengatakan bahwa mereka menanggapi operasi militer Israel di Gaza. Sejak itu,
kelompok ini telah melancarkan puluhan
serangan terhadap kapal tanker komersial yang melintasi Laut Merah, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Sebagai tanggapan,
AS dan Inggris melancarkan gelombang
serangan udara terhadap puluhan sasaran
Houthi pada 11 Januari lalu. Serangan tersebut yang didukung oleh Australia, Bahrain, Belanda dan Kanada, dimulai setelah pasukan
Houthi mengabaikan ultimatum untuk menghentikan
serangan mereka di wilayah tersebut.
Yaman telah hancur akibat perang saudara yang meningkat pada tahun 2015, ketika
Houthi menguasai sebagian besar wilayah barat negara itu dari pemerintah yang diakui secara internasional dan koalisi pimpinan Saudi
melakukan intervensi dalam upaya memulihkan kekuasaannya.
Pertempuran tersebut dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 160.000 orang tewas dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan dua pertiga populasi yakni 21 juta orang membutuhkan bantuan.