Performa
Asus menyokong
Zenfone 9 dengan chipset Snapdragon 8 Plus Gen 1 yang dipadukan dengan RAM 16 GB. Perpaduan tersebut membuat bermain game berat seperti Genshin Impact ataupun mengedit video untuk media sosial berjalan mulus.
Hasil ini sejalan dengan hasil benchmark yang detikINET lakukan. Pada uji Geekbench Zenfone 9, skor single core tembus 1.315 dan multi core 4206.
Hanya saja ponsel ini mudah sekali panas. Padahal tidak digunakan untuk membuka aplikasi berat, misalnya menonton konten video di TikTok.
Baterai
Memiliki baterai 4.300 mAh membuat
Zenfone 9 dapat digunakan dalam durasi lama. Dengan layar 120 Hz dan kecerahat adapative, kami baru mengisi ulang ponsel ini setelah menggunakannya selama 12 jam.
Sayangnya di saat kompetitor sudah memberikan dukungan 65W,
Asus masih memberikan fast charger 30W. Butuh 1 jam 15 menit untuk membuat baterai
Zenfone 9 penuh 0-100%.
Zen UI
Zenfone 9 saat diluncurkan masih menjalankan Zen UI berbasis Android 12. Namun Desember lalu sudah mendapatkan update Android 13.
Dibandingkan user interface lain, Zen UI mirip OS Android polosan yang terpasang di Pixel. Hanya sedikit saja aplikasi bawaan dan itu cukup berguna.
Hanya saja berbeda dengan Galaxy S22 maupun iPhone 14, dukungan update sistem operasi
Zenfone 9 tidak lebih dari 3 tahun. Mungkin
Asus harus mempertimbangkan hal ini.
Kamera
Asus masih mempertahankan konfigurasi dua kamera seperti Zenfone 8. Namun sensor yang disematkan diperbarui. Komposisinya masih dua kamera, tapi itu sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Asus Zenfone 9 dibekali kamera utama 50 MP dengan Sony IMX 766, menggunakan teknologi Quad Bayer untuk menghasilkan foto 16MP. Kurangnya lensa zoom khusus digantikan dengan kemampuan zoom digital 2x lossless.
Sistem kamera gimbal di
Asus Zenfone 9 menghadirkan stabilisasi enam sumbu, yang seharusnya menjaga sensor 1/56 inch tetap stabil. Sistem ini bekerja dengan sangat baik selama video tetapi juga dapat membantu pengambilan gambar dengan eksposur lama.
Kamera kedua menggunakan sensor Sony IMX363 1/2.55" yang sama dengan Zenfone 8 dengan aperture F2.2 dan FOV 113˚. Itu juga dapat melakukan pemotretan makro hingga 4cm.
Terakhir, kamera depan, yang merupakan kombinasi lensa Sony IMX663 / f/2.45 1/2,93 inci 1/2,93 inch juga menggunakan PDAF ganda, dan mampu merekam hingga video 4K.
Kamera
Zenfone 9 mampu menghasilkan foto yang baik, termasuk di kondisi pencahayaan yang sulit. Berikut contoh hasil jepretannya:
Jika mencari ponsel dengan layar besar, maka
Zenfone 9 bukan pilihan yang tepat. Sebab ponsel harga Rp 8 juta ini diperuntukkan bagi mereka yang mengindamkan perangkat yang compact di tangan.