Tidak ada lagi ujung bodi yang melengkung berganti dengan tepian datar, jadi terasa lebih kekinian. Bahan covernya pun berbeda,
Asus tak lagi memasang lapisan kaca.
Sebagai gantinya dipakai bahan komposit polymer dengan finishing mate bikin nyaman saat di genggaman. Hanya saja lapisan tersebut mudah meninggalkan goresan dan pudar.
Asus memasang tombol sentuh khusus di samping bodi untuk memudahkan penggunaan satu tangan. Sempat mencoba sesaat tapi akhirnya kami nonaktifkan karena tidak begitu membutuhkan meningkat dimensi yang tidak begitu besar, jari masih bisa menjangkau mudah menu-menu di layar.
Paling penting
Zenfone 9 sudah mengantongi IP68. Bikin tak was-was ketika memakai ponsel ini saat hujan.
Layar
Zenfone 9 punya bentangan 5,9 inch dengan resolusi Full HD+ dan terlindung Gorilla Glass Victus. Layarnya menggunakan panel AMOLED yang mendukung HDR, menyajikan warna yang kaya dan tajam, asik untuk menikmati konten video dari paltfrom streaming film.
Refresh rate 120 Hz memberikan pengalaman yang begitu mulus saat scrolling konten. Touch sampling rate 240 Hz membuat main game terasa responsif.
Kecerahan yang dimiliki
Zenfone 9 tinggi, sehingga menggunakan ponsel ini di luar ruang tidak ada kendala. Layar tetap jelas meski berada di bawah terik Matahari.
Kendati diberikan speaker stereo, kualitas suara yang dihasilkan standar saja. Tapi yang bikin menarik,
Zenfone 9 didukung teknologi audio Dirac, Qualcomm aptX Lossless dan aptX Adaptive, Dirac, LDAC, dan AAC, sehingga suara kualitas Hi-Res bisa dinikmati saat menggunakan earphone yang terkoneksi Bluetooth.