Pelayanan Tak Becus, Bupati Asahan Didesak Copot Dirut PDAM Tirta Silaupiasa

- Selasa, 26 Juli 2022 21:36 WIB
Pelayanan Tak Becus, Bupati Asahan Didesak Copot Dirut PDAM Tirta Silaupiasa
Ketua Garda Masura Kabupaten Asahan, Adi Chandra Pranata SH. (Foto: ist)

bulat.co.id - Bupati Asahan, H Surya didesak untuk mencopot Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silaupiasa.

Desakan itu muncul menyusul bobroknya pelayanan air bersih yang masuk ke rumah warga, sehingga menimbulkan air berlumpur. Bahkan, air PDAM kerap mati kecuali waktu tertentu, itupun alirannya lambat.

Hal itu membuat warga Kisaran resah dan marah karena terganggu untuk masak, minum air serta mandi. Termasuk Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Suara Rakyat (Garda Masura) Kabupaten Asahan, Adi Chandra Pranata SH.

Adi mendesak Bupati Asahan untuk mencopot Direktur Utama PDAM Tirta Silaupiasa, Rusfin Arif dari jabatannya. Menurutnya, Dirut PDAM Tirta Silaupiasa dinilai tidak becus kinerjanya untuk melayani pendistribusian air bersih kepada masyarakat Kabupaten Asahan.

"Kalau tidak bisa bekerja dan tidak mampu mendistribusikan air bersih pada masyarakat Asahan, sebaiknya copot saja Dirut PDAM Tirta Silaupiasa. Ganti dengan yang lebih baik lagi," tegas Adi Chandra Pranata kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Anti Korupsi (LSM Bara Api) Kabupaten Asahan, Adha Khairudin. Dia juga meminta Bupati Asahan, H Surya BSc untuk segera mencopot Dirut PDAM Tirta Silaupiasa Kisaran dari jabatannya.

"Padahal dana hibah APBD Asahan ke perusahaan Badan Umum Milik Daerah (BUMD) itu besar lah. Tapi kenapa PDAM tidak bisa memberikan pelayanan pendistribusian air yang terbaik pada masyarakat. Kalau begitu memang Dirut tidak becus bekerja. Bagus segera saja dicopot dari jabatannya," tegas Adha pada di Kisaran.

Sebelumnya, air PDAM Tirta Silaupiasa diduga bercampur lumpur mengalir ke Rumah warga Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Sumut. Parahnya, air kotor itu, hidupnya hanya saat siang hari saja. Sedangkan pagi hari tidak hidup.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Silaupiasa Asahan, Rusfin Arif menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan ini.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Ini disebabkan terjadinya diujung pipa PDAM sehingga kotoran lumpur tersorong sampai ke rumah pelanggan," jelas Rusfin Arif saat dikonfirmasi wartawan melalui jaringan WhatsApp-nya, Senin (25/7/2022).

Seharusnya, sambung Rusfin, kiriman air kotor ini tidak sampai ke rumah warga jika petugas membuka saluran pembuangan kotoran yang ada di pipa.

(Red/hen)

Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru